Informasi Seputar Indonesia

  • Pendidikan /
    6 Jul 2017

    Aturan Jarak Sekolah di Bandung Buat Orang Tua Siswa Bingung

    Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di Kota Bandung masih memiliki masalah. Salah satunya, banyak orang tua yang bingung dengan aturan jarak yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Jarak rumah dengan sekolah masuk dalam persentase penilaian. Menurut Iis Rahayu, orang tua dari calon siswa Yasmina, mengaku bingung menyekolahkan anaknya. Karena, sekolah yang diinginkan oleh anaknya ada di luar wilayahnya. Sementara, aturan PPDB saat ini, salah satu penilaian dilihat dari jarak sekolah. “Aturan tentang jarak ini, banyak orang tua yang bingung gimana ngitung jaraknya,” ujar Iis. Selain jarak, kata Iis, tak semua orang tua melek teknologi. Sehingga, masih ada orang tua yang bingung soal pendaftaran secara online. “Orang tua juga banyak yang ngeluh susah meng
  • Pendidikan /
    24 May 2017

    Bahasa Indonesia Penting untuk Dibina

    Pengamat Kebudayaan Prof Wardiman Djojonegoro mengatakan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatuan penting untuk diperkuat dan dibina untuk memupuk rasa persatuan dan sepenanggungan masyarakat Indonesia. “Bahasa Indonesia perlu untuk membangun identitas bersama sebagai satu bangsa yang penuh keragaman dalam bahasa dan budaya,” kata dia saat seminar nasional Kebhinnekaan di Atas Keberagaman di Jakarta. Dia mengatakan dalam situasi sekarang ini, di mana semua orang dapat mengemukakan pendapatnya melalui media sosial sehingga banyak menimbulkan petentangan, bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu penolong untuk menyatukan kembali masyarakatnya. “Memang bahasa tidak menolong banyak, tetapi bahasa dapat mendorong identitas bersama dan kebersamaan sebagai bang
  • Pendidikan /
    24 May 2017

    Siswa SMA Harus Miliki Pengetahuan Soal Ormas

    Merebaknya isu-isu pembubaran ormas Islam, dan panasnya Pilkada DKI Jakarta 2017 terkait kampanye penistaan agama dan aksi damai, membuat masyarakat justru bertambah gundah beberapa waktu lalu. Untuk itu, sekolah-sekolah diharapkan mampu kembali menanamkan nilai kebhinekaan dalam setiap mata pelajaran. Pakar pendidikan, Arief Rachman, mengatakan, semua mata pelajaran di sekolah, terutama pelajaran ilmu sosial, harus memahami kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan. “Kalau dikenalkan saja bahwa ada ormas agama ya tidak apa-apa. Kan bukan berarti mengajak untuk masuk ke dalam ormas itu. Hanya memperkenalkan saja,” jelas dia. Sejauh ini, Arif melihat mata pelajaran di sekolah-sekolah, khususnya tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), tidak ada yang radikal. Kemungkinannya sama se
  • Pendidikan / Opini /
    26 Apr 2017

    Masyarakat Masih Memilih Buku dalam Bentuk Fisik

    Wakil Ketua Bidang Humas, Riset dan Informasi Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat Indra Laksana mengatakan masyarakat Indonesia masih lebih banyak memilih buku fisik daripada buku digital atau e-book. “Penjualan e-book masih jauh. Riset yang dilakukan IKAPI pada 2016, rata-rata e-book yang diunduh adalah yang gratis. Kalau harus membeli, masyarakat masih memilih buku fisik,” kata Indra. Indra mengatakan tren buku digital di dunia juga sebenarnya masih rendah. Di Amerika Serikat misalnya, buku digital memang sempat menjadi tren. Namun, masyarakatnya kemudian memilih kembali ke buku fisik. Hal itu, menurut Indra, disebabkan kebiasaan membaca buku yang berbeda dengan membaca berita di koran. Masyarakat bisa lebih nyaman membaca berita di media digital, tetapi ternyata tidak
  • Opini / Kampus /
    26 Apr 2017

    Mitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim Sangat Diperlukan

    Manusia harus selalu waspada terhadap ancaman bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Selain menimbulkan kerusakan, bencana juga sering terjadi dan memakan korban. Isu inilah yang menyeruak pada diskusi kebumian oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII). Maka itu Wakil Rektor III UII Agus Taufik mengatakan, mitigasi terhadap bencana akibat perubahan iklim sangat perlu dilakukan. “Mitigasi bencana akibat perubahan iklim ditujukan agar kita semua dapat melakukan aksi dan upaya yang dapat mengatasi dampak buruk yang mungkin bisa terjadi,” katanya dalam diskusi Hari Bumi. Perwakilan USAID, Keith Bettinger menyampaikan hal serupa. Ia menjelaskan, setiap perencanaan infrastruktur hendaknya perlu mempertimbangkan aspek pengaruh dari pe
  • Health /
    14 Aug 2016

    Kesehatan dan Pendidikan Terhadap Anak sebagai Kekuatan Bangsa

    Keberadaan anak telah terbukti menunjukkan keberlangsungan suatu bangsa. Hadirnya generasi penerus ini menunjukkan bahwa bangsa itu kuat. Berlanjutnya generasi menunjukkan adanya keselarasan dan keharmonisan yang terjalin baik dari setiap keluarga, sehingga negara akan memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk di masa yang akan datang. Sebagai bagian dari sumber daya, tentu diharapkan memiliki kualitas yang prima. Pada tingkat masyarakat, anak perlu dibekali sebaik-baiknya agar menjadi pintar dan mampu mendukung tujuan keluarga yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, anak sering disebut sebagai indikator kesejahteraan suatu keluarga. Kualitas yang utuh dari keluarga dapat dilihat dengan melihat bagaimana anak-anaknya. Suatu keluarga menjadi lebih diakui kemampuannya ketika anak-anaknya
  • Nasional /
    10 Aug 2016

    Full Day School, Gebrakan Jangan Sampai Jadi Beban

    Bukan Menjadi rahasia umum lagi bagi negeri ini. Ganti menteri, ganti pula kebijakan. Masil lekat dari ingatan ketika Menteri Pendidikan Anies Baswedan meluncurkan program barunya mengantar anak di hari pertama sekolah. Belum lagi ada evaluasi atas program baru ini, muncul pula pergantian kepada Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy yang sudah ancang-ancang untuk membuat program baru, Full Day School (FDS) alias sekolah sehari penuh. Sebenarnya, ini bukan program yang baru. Karena hampir semua daerah di Indonesia, ada saja sekolah unggulan yang menerapkan sekolah sehari penuh ini. Masalahnya, program ini akan diberlakukan untuk semua kalangan murid SD dan SMP baik negeri maupun juga swasta. Sementara faktanya, masih banyak sekolah yang belum memiliki ruang kelas memadai, sehingga harus ber
  • Kampus /
    6 Oct 2015

    Penyebab Kampus Bisa Jadi Nonaktif

    Belum lama ini Kementerian Riset, Teknologi, dan juga Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merilis 243 kampus nonaktif melalui forlap.dikti.go.id (data per 4 Oktober menunjukkan 239 kampus non aktif-red). Meskipun demikian, kampus-kampus tersebut masih bisa melakukan aktivitas perkuliahan seperti biasa. Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan kampus menjadi nonaktif, seperti izin yang bermasalah atau masih dalam proses, rasio dosen tetap dan juga mahasiswa tidak memenuhi syarat, dan tidak rutin memberikan laporan. “Angka 243 kampus nonaktif itu berdasarkan data pengamat yang dimasukkan ke salah satu kopertis. Sehingga, bukan resmi dari Kemenristekdikti. Sedangkan kampus-kampus tersebut tetap b
  • Keluarga /
    22 Sep 2015

    Kenyamanan Anak di Sekolah Wajib Diperhatikan Orangtua

    Kasus meninggalnya siswa SD akibat berkelahi dengan temannya sendiri menjadi pelajaran penting bagi orangtua. Khususunya dalam memastikan apakah kondisi anak dalam keadaan aman dan nyaman di sekolah. Sebelum tewas ditangan R (8) temannya sendiri pada Jumat, 18 September 2015, NA (18), siswa kelas 2 SDN 07 Kebayoran Baru, sering meminta kepada orangtuanya untuk pindah sekolah. Namun, orangtua tidak terlalu menghiraukan itu karena menganggap perkelahian anak sepele dan biasa terjadi. Agar kasus ini tidak terulang lagi, orangtua harus pintar-pintar mencari tahu apakah anak bahagia atau tidak selama bersekolah. Berikut pertanyaan yang dapat membantu orangtua mengetahui pengalaman anak di sekolah. Apa hal yang membuat kamu senang hari ini? Ini adalah pertanyaan untuk meminta anak-anak
  • Kampus /
    21 Sep 2015

    S-2 Penting Enggak, Sih?

    Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi menjadi target beberapa lulusan S-1. Namun, sebagian lagi justru tidak terlalu memprioritaskan S-2, dan memilih bekerja saja. Fresh graduate bernama Pradita mengatakan, S-2 bagi orang yang sudah bekerja penting karena untuk meningkatkan jenjang karier. “Tapi yang belum pernah kerja, menurutku S-2 hanya pelarian untuk orang yang belum siap menghadapi dunia kerja, jadi mereka memutuskan ambil S-2,” ucapnya. Pradita berpendapat, dunia kerja enggak selamanya menuntut pendidikan tinggi. Sehingga, cowok yang doyan kuliner ini lebih mementingkan untuk memperbanyak pengalaman. “S-2 hanya jadi penunjang. Tapi aku juga ada rencana S-2 dalam beberapa tahun ke depan karena ingin jadi dosen,” terangnya. Sementara

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments