Informasi Seputar Indonesia

  • Opini /
    5 Apr 2017

    Agama, Politik, dan Toleransi yang Memudar

    Relasi agama dan politik ini selalu menarik diperbincangkan. Akademisi, agamawan, politisi, aktivis, bahkan birokrat sama-sama bergairah membicarakan masalah agama dan politik. Ada cukup banyak karya akademik yang mendiskusikan fenomena hubungan agama dan politik ini. Jonathan Fox, misalnya, seorang profesor ilmu politik di Bar-Ilan University, Israel, telah menulis banyak karya akademik mengenai hubungan komplek dan njlimet antara agama (berbagai agama di dunia) dan politik (berbagai sistem dan aktivitas politik). Salah satu karya Jonathan Fox yang cukup komprehensif tentang hal ini adalah An Introduction to Religion and Politics: Theory and Practice, sebuah “tour de force” yang mengombinasikan teori-teori relasi agama dan politik, serta data survei mengenai kebijakan-kebija
  • Opini /
    5 Apr 2017

    Ridwan Kamil untuk Presiden

    WARGA Bandung dan masyarakat Jawa Barat, bahkan bangsa Indonesa pada umumnya sangat bangga dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Popularitas dan prestasinya menempatkan dia pada papan atas pemimpin terbaik di negeri ini. Itulah sebabnya, penulis yakin, apa pun yang diinginkan Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) akan dikabulkan masyarakat. Jangankan menjadi Gubernur Jawa Barat, menjadi Gubernur DKI Jakarta sekalipun tidak terlalu sulit jika dalam Pilkada DKI 2017 ini, Emil terjun mengikuti kontestasi. Bahkan jika dia bersedia maju menjadi presiden pun, masyarakat Jabar akan gegap gempita mendukungnya. Emil merupakan fenomena baru dalam pemerintahan yang berhasil mempertemukan antara birokrasi dengan masyarakat. Birokrasi selama ini dikesankan sebagai lembaga yang kaku, lambat, dan tertut
  • Nasional /
    9 Feb 2017

    Pers di Tengah Pusaran Korupsi

    HARI ini (Kamis, 9 Februari 2017) kita kembali memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Di tengah banjirnya kasus korupsi yang melanda bangsa kita, tidak ada harapan yang tersemai dalam diri kita pada peringatan kali ini, melainkan terwujudnya pers dalam bentuknya media massa yang mampu dan konsisten menjadi garda depan dalam ikut membantu penegakan hukum di Indonesia. Di saat publik nyaris kehilangan kepercayaan kepada lembaga-lembaga penegak hukum permanen (kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman), dan mungkin juga lembaga penegak hukum non-permanen (KPK), keberadaan pers yang merupakan salah satu pilar tegaknya demokrasi, diharapkan mampu menjadi penyambung dan penyampai hati nurani rakyat yang mendambahkan tegaknya keadilan hukum di negeri ini. Apalagi akhir-akhir ini kita menyaksikan ke
  • Umum / Nasional /
    8 Feb 2017

    Menuju Pilkada Ramah Difabel

    SATU segmen yang perlu mendapat perhatian ekstra dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017, termasuk di Aceh adalah kelompok penyadang disabilitas. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam UU tersebut, ada beberapa hak difabel yang diakomodir oleh pemerintah demi terciptanya asas equality before the law. Karena selama ini, kelompok difabel tersebut sering terlupakan atau bahkan dilupakan, baik oleh pemerintah, lingkungan masyarakat bahkan keluarga. Perlakuan diskriminatif tersebut tidak terlepas dari acuan untuk kelompok disabilitas yang mengacu pada UU No.4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Di mana penyandang cacat (sekarang disebut penyandang disabilitas) ditempatkan sebagai objek dan bersifat belas-kasihan
  • Umum / Entertainment /
    6 Feb 2017

    Begini Opini Mika Tambayong Soal Dunia Fesyen

    Artis dan pemain sinetron Mika Tambayong memiliki gaya tersendiri setiap kali tampil. Mika menilai setiap orang harus memiliki keunikan dan karakter dalam berpemampilan. Kuncinya adalah percaya diri saat mengenakan pakaian tersebut. “Semua baju itu cantik dipakai semua orang selama mengenakannya dengan percaya diri. Saya enggak mau komentarin soal fesyen orang karena masing-masing punya gaya sendiri,” kata Mika saat menghadiri Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 kemaren. Mika mencontohkan fesyen dirinya sehari-hari lebih nyaman menggunakan pakaian dengan ukuran pas di tubuh. Mika menyadari dirinya memiliki tubuh yang kurus sehingga tidak bagus jika menggunakan baju longgar. “Saya lebih nyaman dan suka pakai baju memperlihatkan lekuk badan dan suka perlihatkan kaki. Bukan
  • Nasional /
    2 Feb 2017

    Mengawasi Pengawal Konstitusi

    DALAM menanggapi wacana perlunya mekanisme pengawasan hakim MK, Ketua MK Arief Hidayat bergeming dan menyatakan tidak perlu. Menurutnya, pengawasan terhadap hakim konstitusi akan menimbulkan subordinasi hakim. Pernyataan Ketua MK dimaksud dari prespektif tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih patut dipertanyakan mengingat pada era demokrasi modern ini tidak ada satu lembaga negara pun di dunia yang luput dari pengawasan, baik yang dilakukan masyarakat secara langsung maupun oleh lembaga pengawas resmi yang dibentuk negara. Dalam konteks MK kiranya perlu dilihat kembali sejarah lahirnya mahkamah yang mengawal UUD ini. Pembentukan lembaga negara pascaamendemen UUD 1945 termasuk MK merupakan bagian dari sistem yang dibangun bahwa penyelenggaraan kekuasaan negara perlu dibatasi. Denga
  • International /
    2 Feb 2017

    Belajar dari Kebijakan Trump

    SELAMA beberapa dekade, Amerika Serikat memang menjadi tujuan para pencari kerja dan pengungsi. Pintu imigrasi dibuka lebar-lebar. Belakangan, kehadiran imigran memicu masalah dalam negeri mereka. Mulai persaingan pasar tenaga kerja sampai aksi kekerasan dan terorisme. Nah, sesuai dengan semangat konstitusi AS, Trump menegaskan pentingnya American First: buying America and hiring American. Dia mengimbau warga AS untuk membeli produk dalam negeri dan meminta perusahaan-perusahaan mempekerjakan warga AS. Trump berjanji untuk memberikan lapangan pekerjaan kepada 25 juta penduduk AS selama empat tahun masa pemerintahannya. Untuk membuka lapangan pekerjaan tersebut, Trump berencana membangun secara besar-besaran berbagai jenis infrastruktur. Jalan, jembatan, dan terowongan yang sudah ada saa
  • Umum /
    31 Jan 2017

    21 Pesan tentang Pancasila dan Cinta Tanah Air

    Dalam berbagai kesempatan, Rais Am Jam’iyah Ahlu Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdiyah Maulana, Habib Luthfi bin Yahya, tak henti-hentinya menitipkan pesan yang sangat penting bagi penerus bangsa Indonesia perihal Pancasila, Nasionalisme, Merah Putih, Cinta Tanah Air, dan NKRI. Berikut di antara pesan-pesan beliau: 1. Saya salut banyak bendera Merah Putih. Tapi nanti tolong setelah selesai, jangan pernah ditumpuk atau dilempar di tanah. Kayunya silakan ditumpuk di tanah, kalau benderanya disampirkan di bahu baru ditata yang rapi. Sikap pada bendera itu bukan mengultuskan benda, melainkan bentuk penghormatan dan sikap cinta pada tanah air. Dalam Merah Putih meski tidak ada tulisannya, tapi ada arti jati diri bangsa, itulah kehormatan bangsa. Kalau tidak kita sekalian yang menjag
  • Umum / Nasional /
    31 Jan 2017

    Nasib Penjaga Konstitusi

    Mengenaskan, tragis dan mengecewakan, itulah kalimat yang pantas diucapkan ketika didengar salah seorang hakim Mahkamah Konstitusi dengan inisial PA terkena OTT kasus korupsi. Keberhasilan KPK melakukan OTT harus didukung mengingat targetnya adalah lembaga penegak hukum dan pelakunya adalah penegak hukum. Secara ideal seorang penegak hukum adalah benteng terahir dari tegaknya hukum dan keadilan, casu cuo seorang hakim adalah profesi mulia sebagai wakil Tuhan di dunia untuk memberikan keadilan, kedamaian dan menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Kasus OTT PA oleh KPK menyiratkan bahwa kasus korupsi tidak pernah berkurang baik ragam pelaku maupun modus operandinya. Dan, Mahkamah Konstitusi telah menorehkan sejarah kelam dalam menjaga etika dan keluhuran martabatnya karena kasus seperti
  • Umum /
    27 Jan 2017

    Kesenjangan & Intoleransi

    Kongres Kebebasan Beragama 2016 menyebutkan, Jabar menduduki peringkat pertama provinsi intoleran atau menolak kebebasan beragama. Pada 2015, dari 87 aduan yang masuk ke Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), 20 di antaranya terjadi di Jabar. Angka ini menunjukkan Jabar tertinggi dalam hal intoleran. Hal senada dikemukakan sejak tahun 2012 oleh Setara Institute. Data survei Wahid Foundation (2016) pun, menyatakan hampir 80 persen pelaku bom bunuh diri di Indonesia dari Jabar. Mengapa Jabar memiliki tingkat sensitivitas begitu besar? Ada adagium lama yang menyatakan bahwa toleransi akan sulit tumbuh di tengah kesenjangan ekonomi yang melebar. Kesenjangan ekonomi inilah yang sering dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menumbuhkan sentimen lama, yakni SARA. Motif menghadapi “musuh bersa

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments