Informasi Seputar Indonesia

  • Umum / International / Sejarah /
    22 Dec 2016

    Berkunjung ke Pearl Harbor, Abe Kirim Pesan untuk Trump

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dinilai bisa memanfaatkan kunjungannya ke Pear Harbor untuk menunjukkan hubungan kuat dan vital antara negaranya dengan Amerika Serikat yang sempat berseteru di Perang Dunia II. Kunjungan ini dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan kepada Presiden terpilih Donald Trump bahwa aliansi kedua negara semakin kuat. Abe dijadwalkan untuk mengunjungi pangkalan militer yang dibombardir Jepang 1941 silam itu bersama Presiden AS Barack Obama, 27 Desember. Kunjungan itu dilakukan tepat empat minggu sebelum Trump mulai bertugas di Gedung Putih. “Tidak hanya Abe, tapi seluruh komunitas kebijakan luar negeri di Jepang, sangat ingin menunjukkan kepada dunia, juga Trump, bahwa hubungan Jepang dan AS sangat kuat dan akan terus menguat,” kata Profesor Sophia U
  • Umum / Sejarah / Nasional /
    1 Oct 2016

    Masih Relevankah Kesaktian Pancasila

    Kesaktian Pancasila saat ini bisa dilihat dalam dua sudut pandang, apakah masih relevan atau bagaimana kita hendak melihatnya.   Pertama, berkaitan dengan G-30 S Pertanyaan yang baik ketika berkaitan dengan gerakan 30 S itu masih perlu dipertanyakan lagi, karena dokumen rahasia CIA setelah 30  tahun yang boleh dibuka untuk umum, memberikan gambaran yang jauh lebih berwarna. Polemik mengenai perubahan dasar negara masih perlu juga dilihat dengan lebih baik dan menyeluruh. Kesaktian Pancasila yang dirayakan 1 Oktober sesaat setelah 30 September merupakan hal baru yang perlu dikaji ulang, meskipun untuk hari-hari atau tahun-tahun ini masih belum saatnya. Kedewasaan dalam melihat kasus tersebut sangat penting sehingga tidak menimbulkan polemik baru yang tidak membawa perubahan ke
  • Umum / Sejarah / Wisata / Kilas Berita / Nasional /
    21 Aug 2016

    Sepenggal Sejarah Kemerdekaan RI dari Tanah Raflesia

    Bengkulen atau lajimnya disebut sebagai Bengkulu adalah merupakan daerah dibelahan Nusantara dalam ruang lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dahulunya merupakan daerah terpencil dari daerah kekuasaan Kolonialisme Inggris yang ditukar guling oleh Belanda dengan pulau kecil Singapura dihamparan Selat Melaka. Dibumi Bengkulu inilah Belanda pernah mengasingkan Ir.H.Soekarno Presiden Negara Republik Indonesia pertama pada tahun 1938 sampai dengan 1942. Pengasingan terhadap Soekarno dilakukan oleh Kolonial Belanda, adalah untuk bertujuan mematahkan dan sekaligus memutus mata rantai dan mematikan perjuangannya dalam mendirikan NKRI. Namun hasrat dan keinginan Kolonial Belanda untuk mematikan perjuangan Soekarno Memerdekakan NKRI, hanyalah sebuah harapan yang hampa. Selama dal
  • Sejarah /
    11 Jun 2016

    Perang Menteng di Tanah Palembang

    Konvensi London 13 Agustus 1814 membuat Britania menyerahkan kembali kepada Belanda semua koloninya di seberang lautan sejak Januari 1803. Kebijakan ini tidak menyenangkan Raffles karena harus menyerahkan Palembang kepada Belanda. Serah terima terjadi pada 19 Agustus 1816 setelah tertunda dua tahun, itu pun setelah Raffles digantikan oleh John Fendall. Belanda kemudian mengangkat Edelheer Mutinghe sebagai komisaris di Palembang. Tindakan pertama yang dilakukannya adalah mendamaikan kedua sultan, SMB II dan Husin Diauddin. Tindakannya berhasil, SMB II berhasil naik takhta kembali pada 7 Juni 1818. Sementara itu, Husin Diauddin yang pernah bersekutu dengan Britania berhasil dibujuk oleh Mutinghe ke Batavia dan akhirnya dibuang ke Cianjur. Pada dasarnya pemerintah kolonial Belanda tidak pe
  • Sejarah /
    9 Jun 2016

    Google Rayakan Ultah Phoebe Snetsinger

    Google kembali merayakan ulang tahun tokoh terkenal di dunia lewat doodle. Kali ini, mesin pencari itu memajang gambar ilustrasi seorang peneliti burung terkenal asal Amerika Serikat (AS), Phoebe Snetsinger, untuk memperingati hari lahirnya. Dirangkum dari berbagai sumber, Phoebe Snetsinger lahir di Lake Zurich, Illinois, AS pada 9 Juni 1931. Ia meninggal dunia di Madagaskar, 23 November 1999 dalam usia 68 tahun. Sebagai peneliti burung, Snetsinger telah melihat lebih dari 8. 398 spesies semasa hidupnya. Belum ada yang melampaui pencapaiannya itu sepanjang sejarah. Sebagai putri “raja iklan” Leo Burnett, dia mewarisi keberuntungan kecil yang digunakannya untuk mendanai banyak perjalanan untuk mengejar hobinya. Ketertarikannya terhadap kehidupan burung bermula setelah melihat
  • Sejarah / Politik /
    8 Jun 2016

    Soeharto dan kisah masa kecilnya yang tak bahagia

    “Den Bagus tahi mabul! Den Bagus tahi mabul.” Arti ledekan itu kira-kira si raden tahi kering. Sudah enam puluh tahun, tapi Soeharto masih mengingat ejekan yang dilontarkan temannya dulu. Masih dendam dia rupanya. Soeharto lahir 8 Juni 1921 di Desa Kemusuk, dusun terpencil di daerah Argomulyo, Godean, sebelah barat Yogyakarta. Ayahnya Kertosudiro, seorang petugas irigasi di desa itu. Ibunya bernama Sakirah. Tak lama setelah Soeharto lahir, kedua orangtuanya bercerai. Belum 40 hari, Soeharto dibawa ibunya ke Mbah Kromodiryo, yang masih kerabatnya. Sakirah sakit sehingga tak bisa menyusui anaknya. Di pelukan Mbah Kromo Soeharto menemukan kasih sayang. Mbah Kromo memberi makan Soeharto, merawatnya kala sakit, dan mengajar mengenal kehidupan desa. Soeharto kecil sangat akrab den
  • Sejarah /
    6 Jun 2016

    Polemik Tanggal Lahir Soekarno Putra Sang Fajar

    Bulan Juni tidak hanya ditandai sebagai hari lahirnya Pancasila, tetapi juga kelahiran sang pencetusnya, Presiden pertama RI dan proklamator, Soekarno. Selama ini, sejumlah versi sejarah menyebut Soekarno lahir pada 6 Juni 1901. Namun, ada beberapa pendapat lain yang berbeda dengan versi umum tersebut. Soekarno sendiri mengaku lahir pada 6 Juni 1901. Hal ini terungkap dalam biografi Soekarno yang ditulis Cindy Adams, Soekarno Penyambung Lidah Rakyat (cetakan pertama 1965). Dalam buku itu, Soekarno mengaku lahir saat fajar. Karena itu, banyak yang menyebut Soekarno sebagai “Putra Sang Fajar”. “Bersamaan dengan kelahiranku menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru dan menyingsing pulalah fajar dari satu abad yang baru,” demikian penuturan Soekarno, seperti ter
  • Sejarah /
    23 May 2016

    Situs Terpendam Candi Kajangkoso Melebihi Borobudur

    Temuan situs Tamansari di dusun Gendungan Desa Kalibening Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu seperti membuka misteri peradaban purba di kaki gunung Merapi. Temuan itu kembali mengingatkan pada situs yang pernah menjadi perbincangan ramai pada 2001, Situs Kajangkoso. Situs Kajangkoso berada di Desa Kajangkoso, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Penampakan yang terlihat berupa struktur batu yang tertata sebagaimana sebuah candi. Saat ditemukan dan hingga kini, situs Kajangkoso memang sangat minim kelengkapan komponen bangunan candi. Situs ini bisa dilihat di ruas jalan menuju ke arah pos pengamatan gunung Merapi Babadan. Ditemukan oleh petani saat membuat saluran irigasi. “Di saluran air itu ditemukan struktur batu. Bahkan kalau airnya sedang tidak deras, terli
  • Sejarah /
    20 May 2016

    Mengenang Kembali Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

    Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Kebangkitan Nasional merupakan masa bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun oleh Negara Belanda. Kebangkitan Nasional ditandai dengan 2 peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. Pada tahun 1912 partai politik pertama Indische Partij berdiri. Ditahun 1912 itu juga berdiri Sarekat Dagang Islam (Solo) yang didirikan oleh Haji Samanhudi mendirikan, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta serta Dwijo Sewoyo dan kawan-
  • Sejarah /
    17 May 2016

    Sejarah Proklamasi 17 Mei 1949 di Kalimantan

    Sejarah Proklamasi 17 Mei 1949 di Kalimantan bisa pula disebut sebagai Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Merupakan proklamasi yang dikeluarkan pada tanggal 17 Mei 1949 yang isinya berbunyi: “ PROKLAMASI “ Merdeka :Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur Tentara dari “ALRI” melingkungi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia, untuk memenuhi isi Proklamasi 17 Agustus 1945 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetes darah yang penghabisan. Tetap Merdeka !Kandangan,17 Mei IV REP.Atas nama raky

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments