Informasi Seputar Indonesia

  • Politik /
    22 Dec 2016

    Belasan Anggota DPD Gabung Hanura

    Ketua Umum Partai Hanura terpilih, Oesman Sapta Odang menyebut, ada sekitar 17 orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang menyatakan siap bergabung dengan partai yang ia pimpin. “Ada 17 sampai 18 anggota dari DPD yang akan bergabung. Ada juga dari partai lain,” ujar Oesman dalam jumpa media di kediamannya, Kuningan, Jakarta. Meski demikian, Oesman belum dapat mengungkapkan siapa saja anggota DPD yang bergabung. Ia hanya menyebut salah satu anggota DPD yang juga mantan politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika yang turut hadir dalam jumpa media kali ini. Oesman menilai, tak ada larangan bagi anggota DPD untuk menjadi kader partai. Sebaliknya, kader partai pun tak dilarang menjadi anggota DPD. “Ya sah-sah saja nanti kalau ada lagi yang mau bergabung. Hanura just
  • Umum / Nasional / Politik / Entertainment /
    18 Oct 2016

    Kampanye Belum Dimulai, Sophia Latjuba Sudah Ikuti Ahok

    Aktris Sophia Latjuba seharian menemani Basuki Tjahaja Purnama dalam acara resmi Gubernur DKI Jakarta. Sophia memulai kegiatan bersama Ahok, Sapaan basuki, dengan ikut meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak(RPTRA) di Rumah Susun Marunda, Jakarta. Sophia merupakan salah satu anggota tim pemenangan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia menjabat sabagai salah satu juru bicara tim. Dalama acara itu, Sophia tak terlibat langsung. Ia hanya menyaksikan Ahok dari kejauhan. Dia terlihat menyimak dengan seksama isi pidato Ahok saat memberikan sambutan di hadapan warga Rusun Marunda. Saat itu Ahok banyak menjelaskan soal program kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sophia menilai, pidato Ahok mendidik dan banyak berisi informasi untuk warga. “Bagus, mendidik, banyak informasi buat pen
  • Umum / Nasional / Politik /
    26 Sep 2016

    Golkar Konsolidasi Pencalonan Jokowi 2019

    Partai Golkar melakukan konsolidasi besar-besaran dengan mengumpulkan seluruh kader yang menjabat di anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat I dan II serta para kepala daerah yang merupakan kader partai berlambang pohon beringin. “Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan kader Golkar berperan membantu suksesnya program pemerintahan Jokowi-JK,” kata Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 26 September 2016. Ketua Penyelenggara Pertemuan Nasional I Legislatif dan Eksekutif Partai Golkar, Yahya Zaini memastikan, konsolidasi ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi pilkada dan Pemilu 2019. “Ini sosialisasi pencalonan Pak Jokowi. Diharapkan dengan hadirnya eksekutif dan legislatif, suk
  • Umum / Nasional / Politik /
    9 Sep 2016

    Alasan Mega Tunggu Detik Terakhir Dukung Ahok

    Ketika Pilgub DKI kian panas membara, justru Mega adem-adem saja. Saya duga, sambil makan sate bebek, minum jamu jahe, Mega terus asyik nonton TV. Mega pasti susah facebookan, twitteran, whatsappan, googling, youtubing karena dia generasi radio dan TV hitam-putih dulunya. Jadi sekarang dia hanya bisa nonton TV sambil berayun di kursi malasnya plus dengarin sesekali para pembisiknya. Maka klop sekali, jika Mega menghabiskan waktunya nonton TV setiap hari dan sering melihat wajah Ahok yang sering nongol. Darah muda Mega kembali mengalir deras ketika ia melihat Ahok mampu bertahan dari berbagai serangan lawan-lawannya. Mega manggut-manggut ketika Ahok asyik memainkan politik terbalik sambil kampanye jangan pilih gue kalau ada yang lebih baik. Lalu emangnya siapa yang lebih baik dari Ahok? M
  • Umum / Kilas Berita / Nasional / Politik /
    8 Sep 2016

    Saefullah Tidak Mendengar, Taufik Kehilangan Saksi, Siap-Siap Masuk Bu

    M.Taufik menyatakan kalau Ahok setuju dengan penghilangan tambahan kontribusi dinyatakan saat pertemuan informal. Apa yang “dinyatakan” Ahok tersebut menjadi perdebatan berkepanjangan apalagi hingga membawa adik M. Taufik yaitu Sanusi masuk persidangan KPK dengan OTT.  Taufik menyatakan bahwa kata-kata Ahok ini juga didengar oleh saksi Saefullah. Ditanya media, Saefullah menyatakan apa yang sangat tidak diharapkan oleh Taufik, yaitu dia tidak mendengar karena posisi duduknya tidak dekat. Saefullah juga mengatakan, belum tentu juga ia ingat apa yang pernah dikatakannya apalagi kata orang.  Sangat menarik adalah, dengan pernyataan Saefullah ini, Taufik tentu kehilangan saksi kuat untuk bisa menyelamatkan diri. Saksi menjadi penting dalam konteks ini. Bukti jelas saja
  • Umum / Nasional / Politik / Entertainment /
    31 Aug 2016

    Jungkir Balik Musisi Ahmad Dhani Pencetak Lelucon Politik

    Musisi Ahmad Dhani tak pernah sepi sensasi. Sejak dia ‘beralih’ dari musik ke politik banyak sensasi yang dihasilkannya. Sensasi terbaru Ahamad Dhani adalah ‘minta SBY rayu Wiranto agar tak usung Ahok”.Sensasi itu ‘layaknya’ sebuah Hits, menarik perhatian banyak orang. Tak semua musisi terkenal mampu menghasilkan karya yang bisa meraih Hits. Demikian juga Ahmad Dhani, dia bahkan mampu membuat Hits sensasi di luar musik, yakni di politik. Politik memang wilayah ’seksi’ untuk terjadinya sensasi. Sejak era reformasi situasi politik negeri ini selalu hiruk pikuk dalam pemberitaan dan perhatian publik. Masuknya Ahmad Dhani dari ranah musik ke politik menjadikan sensasi politik Ahmad Dhani ‘dipermudah’ seksinya dunia politik. Dengan t
  • Umum / Kilas Berita / Nasional / Politik /
    22 Aug 2016

    Ahok Tidak Butuh Dukungan PDIP di Pilkada DKI Tahun Depan

    Untuk menghadapi kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, dengan modal 24 kursi di DPRD DKI dari tiga Parpol Pendukung yakni Nasdem, Hanura dan Golkar, serta dukungan satu juta KTP dari “Teman Ahok”, maka Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah memenuhi syarat yang ditentukan KPU DKI Jakarta dan siap untuk menjadi bakal Cagub, dengan memenangkannya.   PDIP sebagai pemilik kursi DPRD terbanyak yakni 28 kursi, hingga saai ini masih belum menentukan sikap secara resmi siapa yang akan diusung sebagai bakal cagubnya, meskipun telah bergabung dengan “Koalisi Kekeluargaan” di tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan enam Parpol lainnya, dengan misi khusus Asal Bukan Ahok (ABA). Bakal cagub lainnya yang sudah resmi dideklarasikan parpo
  • Sejarah / Politik /
    8 Jun 2016

    Soeharto dan kisah masa kecilnya yang tak bahagia

    “Den Bagus tahi mabul! Den Bagus tahi mabul.” Arti ledekan itu kira-kira si raden tahi kering. Sudah enam puluh tahun, tapi Soeharto masih mengingat ejekan yang dilontarkan temannya dulu. Masih dendam dia rupanya. Soeharto lahir 8 Juni 1921 di Desa Kemusuk, dusun terpencil di daerah Argomulyo, Godean, sebelah barat Yogyakarta. Ayahnya Kertosudiro, seorang petugas irigasi di desa itu. Ibunya bernama Sakirah. Tak lama setelah Soeharto lahir, kedua orangtuanya bercerai. Belum 40 hari, Soeharto dibawa ibunya ke Mbah Kromodiryo, yang masih kerabatnya. Sakirah sakit sehingga tak bisa menyusui anaknya. Di pelukan Mbah Kromo Soeharto menemukan kasih sayang. Mbah Kromo memberi makan Soeharto, merawatnya kala sakit, dan mengajar mengenal kehidupan desa. Soeharto kecil sangat akrab den
  • Politik /
    17 May 2016

    Happy Ending untuk Partai Golkar

    Calon Ketua Umum Golkar Ade Komarudin memutuskan mengundurkan diri dari pertarungan kursi Golkar 1. Setya Novanto pun ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2014-2019. Ade Komarudin mendengarkan saran dari bakal calon lain, Syahrul Yasun Limpo. Syahrul meminta Ade tidak melanjutkan pertarungan dan menyerahkan kursi Golkar 1 kepada Setya Novanto. Pria yang akrab disapa Akom itu mengatakan sudah berdiskusi dengan calon ketua umum lainnya, juga dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Hasilnya, Akom mantap menyerahkan kursi Golkar 1 ke Setya Novanto. “Saya kira saya lebih mudah dari Novanto, saya lebih baik mundur. Masih ada kesempatan saya di masa yang akan datang. Saya dan rekan saya akan beri support kepada Pak Novanto,” ujar Akom di Bali. Lalu,
  • Politik /
    14 May 2016

    Elektabilitas Tinggi, Yusril Sulit Dapat Dukungan

    Persaingan menuju Pilkada DKI Jakarta 2017 semakin memanas. Sejumlah nama kandidat pun bermunculan. Satu di antaranya petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Hasil survei Cyrus Network menyebutkan, Ahok masih memiliki elektabilitas tertinggi ketimbang kandidat lain. Ahok mendapat 46 persen sampai 56 persen. Sementara di nomor dua ada Yusril Ihza Mahendra. Kandidat pesaing Ahok itu memperoleh elektabilitas sembilan persen sampai 19 persen. Persentase itu didapat dari top of mind sampai simulasi empat nama. “Jika ‎simulasi head to head dengan Ahok, Yusril mendapat angka 26,5 persen, sementara Ahok memperoleh angka 60 persen,” ujar Managing Director Cyrus Network Eko David Afianto €Ždalam jumpa pers hasil rilis survei terbaru Cyrus Network &#

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments