Informasi Seputar Indonesia

  • Umum / Kilas Berita / Kriminal /
    24 Sep 2016

    Korban Kanjeng Dimas Dipancing Rp20 Miliar sebelum Dibunuh

    Sedikit demi sedikit motif dan cara pembunuhan yang diduga dilakukan Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkuak. Dia membunuh anak buahnya setelah dipancing diberi uang sebesar Rp20 miliar. Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji, mengungkapkan bahwa Taat Pribadi, saat diperiksa, mengaku yang menyuruh sepuluh anak buahnya untuk membunuh Ismail dan Abdul Gani. “Dia sudah mengakui, tinggal mengembangkan saja,” kata Anton kepada wartawan di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur. Korban Ismail dan Abdul Gani, lanjut Anton, merupakan anak buah tersangka yang diberi tugas untuk mengepul uang dari pasien praktik tipu-tipu penggandaan uang yang dilakoni Taat di padepokann
  • Umum / Kilas Berita / Kriminal / Nasional /
    8 Sep 2016

    Dangkalnya Argumen Ahli dari Kubu Tim Pengacara Jessica

    Hari-hari belakangan ini media Indonesia dihebohkan dengan keterangan Ahli Patologi Forensik bawaan kubu terdakwa Jessica, yang sangat bertolak belakang dengan pendapat umum yang telah berkembang di masyarakat selama ini. Adalah Ahli Patologi Forensik dari Australia Prof. Beng Beng Ong dan Dr. Djaja Surya Atmadja yang telah membikin kehebohan tersebut. Mereka meskipun secara terpisah tetapi berpendapat senada dan seirama untuk keuntungan pihak terdakwa dengan menyimpulkan: BUKAN SIANIDA YANG MENEWASKAN MIRNA. Kesimpulan tersebut tentu saja sangat mengejutkan khalayak, mengingat bukti-bukti keberadaan sianida telah dipastikan dalam kopi sisa yang tak habis diminum korban. Pula adanya bukti gerakan-gerakan terstruktur dari terdakwa Jessica di detik-detik mencekam sesaat sebelum kejadian ma
  • Kriminal /
    13 Jul 2016

    Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Wanita dalam Kardus

    Polisi telah menangkap tersangka pembunuh wanita dalam kardus di kolong tol di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) atau tepatnya di kolong tol JORR, Penjaringan, Jakarta Utara. Penangkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam pasca-ditemukannya jasad itu. “Iya, sudah ditangkap,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono. Tersangka ditangkap polisi pukul 04.05 WIB Rabu subuh tadi di Hotel Aston, Ancol, Jakarta Utara. Saat ditemukan, jasad wanita itu terbungkus rapi mirip parsel atau bawaan para pemudik. Awalnya, warga tak curiga dengan bungkusan itu. Tapi bau menyengat membuat warga sekitar curiga. Eddi, warga sekitar mengatakan, dia dan warga lain menaruh curiga lantaran kardus yang berada di kolong tol itu dikerubungi lalat. Apalagi, kardus tersebut berukuran cukup besar. 
  • Kriminal /
    3 May 2016

    Jasad Mahasiswi di Gedung FMIPA UGM Diduga Dibunuh

    Jasad mahasiswi ditemukan di gedung S2 dan S3 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gajah Mada (UGM), Senin 2 Mei 2016) malam. Polisi memastikan, jasad itu adalah mahasiswi Program Studi Geofisika FMIPA UGM bernama Feby Kurnia. Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Hudit Wahyudi mengatakan, hal itu diketahui dari hasil olah TKP sidik jari dan identitas korban. Sebelumnya Polda sempat melacak sinyal handphone Feby Kurnia. Setelah dihubungi, yang mengangkat orang berbeda dan setelah itu lantas hilang kontak. “Memang sebelumnya dilaporkan hilang. Laporannya ke Polsek Mlati. Kamis dilaporkan, Jumat kita bantu melacak yang mengangkat bukan yang bersangkutan,” ujar Hudit di lokasi olah TKP, Senin 2 Mei 2016 malam. Hudit menyampaikan, masih terus ber
  • Kriminal /
    11 Nov 2015

    Pengedar Ganja di Masjid At-Tin

    Seorang pengedar ganja berhasil diringkus oleh Polsek Makassar di kawasan Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tersangka Agus Salim, diringkus saat hendak bertransaksi pada Selasa 10 November 2015 pagi. “Iya mau transaksi kemarin, pada Selasa 10 November di area Masjid At-Tin,” ujar Kasubag Humas Polrestro Jakarta Timur, Kompol Husaimah. Husaimah menambahkan, polisi sebelumnya sudah melakukan pengintaian kepada tersangka sejak lama. Bahkan observasi dimulai sejak korban bergerak dari Jalan Pintu 1 TMII. “Kami ikuti, dia pakai sepeda motor yang mencurigakan,” imbuhnya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sepaket ganja yang siap untuk diedarkan. “Kalau jumlah pasti masih kita hitung dan juga kembangkan,” pungkasnya
  • Kriminal /
    9 Oct 2015

    Hari Ini Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Penusukan di Lapas Kerobokan

    Kepolisian Resort Badung akan menggelar rekonskstruksi kasus penusukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Denpasar. Kapolres Badung, AKBP Tonny Binsar menjelaskan untuk mengetahui kejadian penusukan narapidana di Lapas Kerobokan, pihaknya akan menggelar rekonstruksi, Jumat (9/10/2015). “Kami jadwalkan nanti sore ada rekonstruksi di dalam Lapas. Kalau pagi atau siang tidak bisa, karena mereka masih ada kegiatan. Kami ingin mengetahui persis kronologis yang terjadi,” ujar Tonny. Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan prarekonstruksi, pada pukul 21.00 Wita. Diberitakan sebelumnya, peristiwa penusukan itu terjadi sekira pukul 16.50 Wita. Saat ini korban berisial A.Y (19) kondisinya masih kritis di Rumah Sakit Sanglah. Sementara itu pelaku berisial IMA (22
  • Kriminal /
    7 Oct 2015

    Polisi Berhasil Ringkus Kawanan Perampok Adik Ipar

    Satreskrim Polres Purworejo bekerja sama dengan Resmob Polda Jawa Tengah berhasil menangkap Romlan bersama seorang kawannya karena merampok adik iparnya bernama Wasilan. Dua dari tiga pelaku perampokan itu sudah diamankan, sementara Satu pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berhasil melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kapolres Purworejo AKBP AKBP TH Arsida Septiana, mengungkapkan identitas para pelaku yang berhasil tertangkap yakni, Muhdori (45) dan Romlan (46), keduanya warga Desa Kertodeso Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Sementara Korban, Wasilan (39) warga Desa Kedungmulyo, Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo, merupakan adik ipar dari Romlan. “Aksi perampokan ini sebenarnya dilakukan oleh tiga orang. Namun seorang pelaku berinisial E berhasi
  • Kriminal /
    5 Oct 2015

    KPAI: Hukum Mati untuk Pembunuh Eneng

    Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Tatik Haryanti berharap pihak kepolisian segera menangkap dan mengungkap pelaku pembunuh PNF (9), siswi SDN 05 Pagi Kalideres, Jakarta Barat dan menghukumnya dengan hukuman yang setimpal. Mengenai pembunuhan Eneng, kata dia, dikarenakan terjadinya krisis moral dan krisis keimanan di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini. Sehingga, pemerintah harus mengimplementasikan darurat kejahatan seksualitas yang terjadi kepada anak. “Ini menjadi perhatian bersama karena perlindungan terhadap anak harus perlu diperhatikan. Orang tua, guru dan tokoh masyarakat harus turut andil dalam melindungi anak dari kejahatan ini. Darurat seksualitas yang ditetapkan pemerintah harus diimplementasikan. Agar tidak terjadi lagi pembunuhan sepert

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments