Informasi Seputar Indonesia

  • Umum / Kilas Berita / Kriminal /
    24 Sep 2016

    Korban Kanjeng Dimas Dipancing Rp20 Miliar sebelum Dibunuh

    Sedikit demi sedikit motif dan cara pembunuhan yang diduga dilakukan Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkuak. Dia membunuh anak buahnya setelah dipancing diberi uang sebesar Rp20 miliar. Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji, mengungkapkan bahwa Taat Pribadi, saat diperiksa, mengaku yang menyuruh sepuluh anak buahnya untuk membunuh Ismail dan Abdul Gani. “Dia sudah mengakui, tinggal mengembangkan saja,” kata Anton kepada wartawan di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur. Korban Ismail dan Abdul Gani, lanjut Anton, merupakan anak buah tersangka yang diberi tugas untuk mengepul uang dari pasien praktik tipu-tipu penggandaan uang yang dilakoni Taat di padepokann
  • Umum / Kilas Berita / Nasional /
    21 Sep 2016

    Beranikah Amien Rais Menyerang Megawati yang Mengusung Ahok?

    PDIP secara resmi mengusung pasangan incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat dalam Pilgub DKI 2017. Lalu bagaimana tanggapan Amien Rais terhadap keputusan PDIP itu? Beranikah Amien Rais menyerang Megawati dengan kata-katana yang kasar dan tajam, yang menjadi ciri khasnya. Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) terkenal dengan sumpah serapahnya. Mulutnya tajam dan kata-katanya sadis. Hal itu sudah dilakukan AR sejak Pilpres 2014 untuk menghantam Jokowi. Salah satu serangan AR terhadap Jokowi waktu itu “sebagai capres yang cekak pengalaman, walikota Solo yang tidak begitu sukses dan Gubernur DKI yang tidak bsa berbuat apa-apa”.  Tapi Pilpres itu ternyata dimenangkan Jokowi. Sedangkan pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa yang didukung AR just
  • Umum / Ekonomi Bisnis / Kilas Berita / Nasional /
    16 Sep 2016

    Dana Bagi Hasil Cukai Dinaikan, Ini Respons Kepala Daerah

    Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan sedang digodok di DPR dan salah satunya membahas untuk menaikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dari sebelumnya hanya dua persen (ketentuan saat ini sesuai dengan UU 37/2007) menjadi 20 persen dari total penerimaan negara yang berasal dari cukai. Banyak kepala daerah, khususnya daerah penghasil tembakau atau rokok termasuk Bupati Kudus yang mengganggap dana bagi hasil cukai tembakau tersebut tidak adil distribusinya. Bupati Kudus, H Musthofa, mengatakan menaikkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau dari total penerimaan negara yang berasal dari cukai dalam draf RUU Pertembakauan yang sedang digodok di DPR ini adalah hal yang wajar. “Karena sebagai daerah penghasil perlu penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur
  • Umum / Kampus / Kilas Berita / Nasional /
    16 Sep 2016

    Mahasiswa Kritik Ulah Tim Luhut

    Permasalahan kasus Reklamasi Teluk G kini semakin meruncing. Hal ini ditandai dengan sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengeluarkan penyataan secara sepihak dalam melanjutkan reklamasi Pulau G tanpa memperhatikan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor 193/G/LH/2015/PTUN-JKT. Sontak ini membuat para aktivis dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia ingin menanyai kejelasan kepada Luhut terkait keputusannya tersebut. Ini terjadi ketika mereka melakukan pertemuan pada tanggal 13 September 2016 lalu di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di tengah pertemuan tersebut, ada hal yang tidak tidak mengenakkan atau yang berbau intimidasi pada salah satu mahasiswa, yakni penghapusan dokumen secara pak
  • Umum / Keluarga / Kilas Berita /
    9 Sep 2016

    Mario Teguh vs Ario Kiswinar, Siapa Pemenangnya?

    Pada program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Mario Teguh memberi klarifikasi mengenai berita kurang sedap yang menghantam dirinya beberapa hari terakhir ini. Berita tersebut mencuat setelah Ario Kiswinar mengakui Mario Teguh sebagai ayahnya dan dirinya telah ditelantarkan selama ini. Pengakuan itu diekspos dalam program Hitam Putih Trans7 Rabu (7/9) lalu. Ada beberapa hal yang bertentangan, jika kita mencoba membandingkan pernyataan Mario Teguh dan pernyataan Ario. Tapi tulisan ini bukan untuk menelisik statement versi siapa yang paling benar. Itu pekerjaan yang sulit. Klarifikasi Mario Teguh menjadi menarik karena motivator yang terkenal dengan Salam Super itu kemudian memberi tantangan kepada Ario untuk melakukan tes DNA. Ini menjadi seperti statement kunci yang diharapkan bisa membukti
  • Umum / Kilas Berita / Nasional / Politik /
    8 Sep 2016

    Saefullah Tidak Mendengar, Taufik Kehilangan Saksi, Siap-Siap Masuk Bu

    M.Taufik menyatakan kalau Ahok setuju dengan penghilangan tambahan kontribusi dinyatakan saat pertemuan informal. Apa yang “dinyatakan” Ahok tersebut menjadi perdebatan berkepanjangan apalagi hingga membawa adik M. Taufik yaitu Sanusi masuk persidangan KPK dengan OTT.  Taufik menyatakan bahwa kata-kata Ahok ini juga didengar oleh saksi Saefullah. Ditanya media, Saefullah menyatakan apa yang sangat tidak diharapkan oleh Taufik, yaitu dia tidak mendengar karena posisi duduknya tidak dekat. Saefullah juga mengatakan, belum tentu juga ia ingat apa yang pernah dikatakannya apalagi kata orang.  Sangat menarik adalah, dengan pernyataan Saefullah ini, Taufik tentu kehilangan saksi kuat untuk bisa menyelamatkan diri. Saksi menjadi penting dalam konteks ini. Bukti jelas saja
  • Umum / Kilas Berita / Kriminal / Nasional /
    8 Sep 2016

    Dangkalnya Argumen Ahli dari Kubu Tim Pengacara Jessica

    Hari-hari belakangan ini media Indonesia dihebohkan dengan keterangan Ahli Patologi Forensik bawaan kubu terdakwa Jessica, yang sangat bertolak belakang dengan pendapat umum yang telah berkembang di masyarakat selama ini. Adalah Ahli Patologi Forensik dari Australia Prof. Beng Beng Ong dan Dr. Djaja Surya Atmadja yang telah membikin kehebohan tersebut. Mereka meskipun secara terpisah tetapi berpendapat senada dan seirama untuk keuntungan pihak terdakwa dengan menyimpulkan: BUKAN SIANIDA YANG MENEWASKAN MIRNA. Kesimpulan tersebut tentu saja sangat mengejutkan khalayak, mengingat bukti-bukti keberadaan sianida telah dipastikan dalam kopi sisa yang tak habis diminum korban. Pula adanya bukti gerakan-gerakan terstruktur dari terdakwa Jessica di detik-detik mencekam sesaat sebelum kejadian ma
  • Umum / Kilas Berita / Nasional /
    30 Aug 2016

    Rapuhnya Fiskal Negara

    Akhir akhir ini pembicaraan tentang rapuhnya anggaran negara khususnya APBN menjadi perbincangan di berbagai kalalangan baik kelas atas hingga kelas bawah, bahkan, pelajar dan mahasiswapun mulai mengenal istilah TAX AMNESTY. Imbas dari rapuhnya anggaran tersebut berdampak pada pengurangan beberapa komponen belanja negara baik modal, non modal dan perjalanan dinas. Pemotongan tahun ini melalui APBN-P terjadi 3 kali, pemotongan yang tidak pernah terjadi di tahun tahun sebelumnya. Tentu perlu adanya kajian yang mendalam lagi apa dampak dari pemotongan anggaran tersebut terhadap kinerja pemerintahan terutama yang menyangkut sektor publik dan riil di tengah tengah pertumbuhan ekonomi kurang membaik, angka kemiskinan dan pengangguran masih bertahan.   Kabinet Jokowi benar benar di hadapa
  • Sepakbola / Umum / Olahraga / Gaya hidup / Kilas Berita / Nasional /
    24 Aug 2016

    Suporter, Propagandis yang Humanis

    Anggapan bahwa sepak bola selalu berhubungan dengan uang mungkin benar adanya, jika kita melihat fakta yang ada di Eropa kini. Sepak bola selalu menghadirkan angka fantastis dalam memanjakan para pemainnya. Tengok saja Mancheater United, klub kaya raya asal Inggris tersebut berani menebus Paul Pogba berumur 23 tahun dengan harga fantastis yaitu sekitar 1,6 T rupiah. Angka tersebut menobatkan Pogba sebagai pemain termahal dunia yang sebelumnya dipegang oleh Gereth Bale ketika dibeli Real Madrid dari Tottenham. Tapi anggapan itu salah jika menengok ke suporter, apa suporter itu melulu datang ke stadion karena alasan uang? Tidak! Sehingga saya katakan diatas bahwa sepak bola tidak selalu berbicara soal uang. Suporter merupakan bagian integral dari sepak bola. Mungkin bagi para pem
  • Umum / Kilas Berita / Nasional / Politik /
    22 Aug 2016

    Ahok Tidak Butuh Dukungan PDIP di Pilkada DKI Tahun Depan

    Untuk menghadapi kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, dengan modal 24 kursi di DPRD DKI dari tiga Parpol Pendukung yakni Nasdem, Hanura dan Golkar, serta dukungan satu juta KTP dari “Teman Ahok”, maka Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah memenuhi syarat yang ditentukan KPU DKI Jakarta dan siap untuk menjadi bakal Cagub, dengan memenangkannya.   PDIP sebagai pemilik kursi DPRD terbanyak yakni 28 kursi, hingga saai ini masih belum menentukan sikap secara resmi siapa yang akan diusung sebagai bakal cagubnya, meskipun telah bergabung dengan “Koalisi Kekeluargaan” di tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan enam Parpol lainnya, dengan misi khusus Asal Bukan Ahok (ABA). Bakal cagub lainnya yang sudah resmi dideklarasikan parpo

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments