Informasi Seputar Indonesia

  • Cerpen / Umum /
    25 Sep 2016

    Melihat Angkasa dengan Mata Terpejam

    Akhirnya saya bertemu Luana lagi. Matanya cokelatnya cerah, rambut dan pakaiannya rapi, dan ia terlihat sehat. Ia berkisah banyak hal. Luana bilang, pernah ada masa-masa di mana ia hanya mengurung diri di kamar.   “Tidak membaca?” Luana menggeleng. “Tidak menulis?” Menggeleng lagi. “Tidak mengirim pesan ke Angkasa?” Lagi-lagi menggeleng. “Tidak makan,” tambahnya. “Tapi sekarang, semuanya sudah baik-baik saja.” Luana berkisah dulu ia bercakap dengan cermin setiap hari, selama berjam-jam hingga ia ketakutan melihat wajahnya sendiri. Ia enggan bertemu dengan orang lain, ia malu karena matanya selalu bengkak dan sembab, dan rambutnya selalu kusut. Luana menceritakan semua hal yang dialaminya pada cermin, lantas berkali-kali me

Tulisan Terbaru

Recent Coments

Recent Coments