Informasi Seputar Indonesia

Saatnya Arsenal Ucapkan Bye-Bye, Arsene Wenger

5 Apr 2017 - 06:57 WIB

Gejolak fans Arsenal kian memanas menuntut Arsene Wenger segera dipecat lantaran klub terancam gagal ke Liga Champions, pertama kalinya sejak 1997.

Gelombang protes suporter, ketidakpastian manajerial dan enam kekalahan dalam sembilan pertandingan di seluruh kompetisi membuat bentrokan antara Arsenal dan Manchester City terlihat lesu bagi tim London, terlepas dari spirit dan karakter yang ditunjukkan mereka dengan dua kali bangkit mengejar ketertinggalan dari klub Manchester Biru untuk memaksakan laga berakhir sama kuat, 2-2.

Secara hitung-hitungan matematis, hasil ini merugikan The Gunners mengingat April akan menjadi periode membara bagi mereka. Meski demikian, manajer yang posisinya semakin goyah di kursi kepelatihan Emirates Stadium, Arsene Wenger, mengaku tetap bangga dengan perjuangan anak-anak didiknya, bagaimana pun situasi Arsenal saat ini.

“Kami memulai dengan sangat gerogi, akan tetapi kami menolak kalah di pertandingan tersebut. Kami siap untuk berjuang,” papar Wenger, antusias, selepas laga.

Tak dimungkiri, karier Wenger bersama Arsenal memang tengah berada di ujung tanduk setelah mengalami rangkaian hasil minor musim ini, tak terkecuali kala diluluhlantakkan Bayern Munich 10-2 secara agregat di Liga Champions. Badai kecaman, sejak hasil pahit itu, terus mengalir deras dengan menyuarakan ‘Wenger Out’ di sekitaran Emirates sebelum kick-off laga City.

Pemandangan serupa terlihat di luar stadion, di mana sebagian kecil suporter melampiaskan rasa frustrasinya terhadap pria Prancis itu dengan membentangkan spanduk bernada negatif diiringi nyanyian yang berbunyi ‘Anda tidak pernah salah’ dan ‘Tak ada kontrak baru’.

Meninjau dari sisi pertandingan , sekali lagi, kerapuhan pertahanan Arsenal tampak masih menjadi isu utama di tubuh klub. Cermati bagaimana Leroy Sane menyalip di antara pertahanan klub London Utara untuk menyambut umpan terobosan dari Kevin De Bruyne sebelum nama pertama menaklukkan Hector Bellerin dan mengecoh David Ospina untuk membuka skor saat laga baru berumur lima menit.

Perasaan apatis di benak fans terhadap Wenger boleh jadi kian membludak melihat gol kilat tadi. Arsenal sepertinya tak belajar betapa Sane menjadi ancaman serius di Etihad Stadium saat keduanya berlaga di paruh pertama musim.

Beruntung Arsenal punya Theo Walcott, yang mencetak gol kelimanya menghadapi City. Sayang, torehan ini bak hiburan semata karena hanya bertahan dua menit. Skuat Pep Guardiola kembali unggul via sentuhan udara Sergio Aguero. Wenger tertangkap kamera, memegangi kepalanya dengan kudua tangannya, tanda menyadari diperlukan perubahan besar untuk mengubah alur pertandingan selepas interval.

Mesut Ozil, yang kembali prima dan terlihat lebih meyakinan di laga ini, mengirim umpan pin-point dari situasi corner untuk lantas dituntaskan kompatriotnya, Shkodran Mustafi, dengan sundulan, yang merupakan gol perdana sang defender bagi Arsenal. Kreasi Ozil ini merupakan assist ke-50 dia di seluruh kompetisi bagi Arsenal dan akan menjadi krusial bagi si playmaker mempertahankan kebugarannya ini sepanjang periode April.

Bila mengukur dari rasa gengsi, hasil imbang menghadapi tim sekelas City boleh diperhitungkan sebagai hasil yang bagus, tapi bila meninjau dari sisi harapan, kans Arsenal merengkuh tiket lolos ke Liga Champions musim depan hampir punah.

“Kami berada dalam pertarungan yang amat sulit demi mewujudkan posisi empat besar,” papar The Proffesor seusai pertandingan, menyadari situasi pelik timnya.

Barangkali, Wenger pun mulai realistis melihat peta persaingan di tabel terkini Liga Primer Inggris. Arsenal kini tertinggal tujuh poin dari penguasa empat besar, The Citizens, yang bahkan masih memegang satu pertandingan yang siap dimainkan. Sementara, The Gunners masih harus menghadapi laga-laga berat kontra Tottenham Hotspur dan Manchester United — yang juga tengah berjuang keras merebut empat besar — dalam perjalanan menuju akhir musim.

Katakanlah hasil positif menyertai Arsenal di seluruh sisa laga musim ini dan spot terakhir UCL sukses disegel, hal itu sepertinya tidak akan mengurangi tuntutan fans agar petinggi klub segera melengserkan Wenger. Bahkan, boleh jadi para loyalis bakal “memberontak” dengan meminta sang juru taktik didepak sebelum musim berakhir bilamana di sembilan partai tersisa laju Arsenal compang-camping.

“Saya seorang yang profesional dan saya telah menunjukkan loyalitas terbaik di masa lalu. Saya cinta klub ini, saya tidak tahu berapa lama saya akan berada di sini, tapi saya punya sikap yang jelas di kepala saya, itulah hal terpenting. Keputusan akan segera dibuat,” ujar Wenger.

Apa pun keputusan klub dan Wenger, harus diakui Arsenal terancam gagal tampil di Liga Champions musim depan untuk pertama kalinya sejak 1997. Kecuali, manajemen tiba-tiba mendengar suara fans dengan memecat Wenger sebelum musim berakhir, setidaknya demi mengangkat kembali gairah para pemain dan suporter.


TAGS   sepakbola / liga inggris /


Tulisan Terbaru

Recent Coments