Informasi Seputar Indonesia

Apa yang Harus Dilakukan jika Mobil Terendam Banjir

21 Feb 2017 - 15:33 WIB

Hujan deras yang turun pada malan atau dinihari membuat waswas. Apalagi bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Bisa-bisa, saat bangun di pagi hari, halaman rumah atau garasi sudah terendam air. Mobil pun ikutan terendam.

Jika posisi ketinggian air masih di bawah 30 sentimeter, maka hal itu bukan masalah besar karena tidak menjangkau bagian mesin atau masuk ke kabin. Pada umumnya mobil city car, low MPV yang digunakan banyak di masyarakat Indonesia memiliki ground clearance antara 16-20 sentimeter.

Meski demikian, perangkat kaki-kaki perlu dicek lagi sebelum mobil digunakan. Lantas, bagaimana dengan mobil yang sudah terlanjur terendam air sampai ke mesin dan kabin?

Langkah pertama, lepaskan kabel negatif pada aki dengan tujuan menghindari hubungan arus pendek atau korslet yang bisa merusak komponen elektronik di mobil. Lalu, pindahkan mobil dengan cara didorong. Jangan menyalakan mesin karena dapat menyebabkan air terisap ke mesin.

Segera nonaktifkan rem parkir, lalu gunakan batu atau memasukkan perseneling ke gigi 1 untuk kendaraan bertransmisi manual atau ke posisi P pada mobil otomatis. Ini untuk menghindari kanvas rem melekat, terutama pada mobil yang masih menggunakan rem tromol.

Selanjutnya, cek semua oli atau minyak, baik itu mesin, transmisi, dan lainnya, karena kemungkinan oli atau minyak tersebut sudah tercampur air. Sebaiknya kuras semua oli atau minyak tersebut dengan yang baru.

Apabila kendaraan masih memungkinkan untuk dikendarai, segera dibawa ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, kendaraan yang sudah menggunakan ECU sangat sensitif dan kemungkinan mengalami kerusakan akibat telah terendam.

Perhatikan Hal Ini jika Terpaksa Melajukan Mobil di Genangan Air

Hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek hingga beberapa hari mendatang. Umumnya, hujan terjadi pada dinihari sehingga efek genangannya di jalan raya bisa dirasakan pada pagi hari, saat warga berangkat beraktivitas.

Banyak para pekerja yang membawa mobil nekat menerjang genangan agar bisa sampai ke kantor. Namun jika ketinggian air sampai menutup lubang udara, sebaiknya pengguna kendaraan tidak memaksakan diri. Lebih baik mencari jalan alternatif.

Namun bila ketinggian air masih di batas yang masih bisa dilewati, maka ada baiknya pengguna kendaraan untuk berhati-hati dan memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Gunakan gigi persneling terendah, 1, pada mobil bertransmisi manual serta L, S, atau D1, untuk mobil bertransmisi otomatis.

2. Hindari menginjak kopling pada mobil bertransmisi manual

3. Pertahankan putaran mesin maksimal pada 2.000 rpm

4. Gunakan selalu lampu penerangan

5. Kenali posisi letak air filter, usahakan jangan sampai air filter terkena hempasan banjir.

6. Jaga jarak dengan mobil di depan sebagai patokan. Ketinggian air bisa dilihat dari kendaraan di depan.

Setelah melewati genangan, ujilah rem untuk memastikan masih berfungsi dengan baik atau tidak. Segera periksa kendaraan jika rem bermasalah karena komponen yang satu ini sangat vital perannya untuk keselamatan. Bisa jadi ada sampah plastik yang terbawa arus genangan air yang menyangkut.

Apabila terjebak di genangan dan mesin mobil mati, jangan dinyalakan. Sebab, hal tersebut berisiko merusak mesin. Minta bantuan orang lain untuk mendorong mobil ke lokasi yang aman dari genangan. Tunggu sampai mobil mengering atau kalau perlu panggil mekanik untuk memastikan mesin mobil siap dipacu kembali.


TAGS   otomotif /


Comment

Tulisan Terbaru

Recent Coments